saya mau bicara tentang realita di kehidupan mahasiswa. Ternyata saya
sedang berada pada masa peralihan dan menuju kearah kematangan berfikir
dan bertindak. saya lebih suka menyebut perang eksistensi. Orang-orang
yang seumuran dengan saya berusaha menampilkan eksistensinya yang
masing-masing unik dan berbeda. apakah ini salah? jelas tidak. Saya
lebih menilai hal ini suatu kewajaran yang memang harus saya alami.
Persona setiap orang untuk menampilkan eksistensi akan menghasilkan
sesuatu yang sia-sia. persona disini adalah topeng, topeng yang bagi
para psikolog ditafsirkan sebagai lawan dari sifat yang sebenarnya.
seperti halnya dalam drama sang aktor/artis dituntut untuk memerankan
karakter yang boleh jadi tidak sesuai dengan karakter asli atau mungkin
malah bertolak belakang. Oleh karena ada tuntutan skenario film maka
artis/aktor itu pun berperan sesuai arahan. Jika dianalogikan seperti
itu mungkin anda akan mudah mencernanya. sengaja saya tidak ingin
menyajikan definisi dari para ahli tentang persona kepada anda karena
saya fikir anda bisa melakukannya sendiri dan bahkan bisa lebih dalam
mencari artinya. Kembali ke topik pembicaraan, eksistensi yang dibangun
hanya mengandalkan kekuatan persona saja akan terasa berat dan
eksistensi dia akan bertahan untuk sementara.
Eksistensi yang dibangun oleh karakter asli lebih kuat dan lebih bisa
diterima. walaupun akan membutuhkan waktu yang relatif lama eksistensi
yang didasarkan karen kekuatan jati diri/identitas diri yang sejatinya
bersifat khas itu akan bisa lebih mempunyai daya pengaruh yang besar dan
relatif bertahan lama. Hal ini sama saja seperti pembuatan film dengan
mencocokan karakter asli pemeran dengan karakter yang dimainkannya itu.
Disini kualitas perannya akan bagus namun sutradara akan lama untuk
memilih aktor yang tepat bersesuaian antara karakter yang dituntut
dengan karakter aslinya.
Eksistensi apakah yang dibangun secara ideal ?
saya sangat yakin setiap manusia termasuk mahasiswa punya kecenderungan
karakter mereka masing-masing. Ada yang menurut mereka lebih nyaman
menyendiri bahkan ada yang tidak bisa meninggalkan kelompoknya dan ingin
terus bersama kelompok. Itulah perbedaan bukan? ya itu adalah kodrat,
tapi ada kodrat lain yang dapat menyempurnakan kondisi tersebut agar
mereka bisa berjalan bersama. yaitu kodrat bahwa manusia itu akan bisa
karena belajar. belajar menyesuaikan diri, belajar memahami perbedaan,
belajar menghormati orang yang sangat berlainan karakternya.
Kadang persona itu perlu digunakan untuk mempertahankan harga diri, tapi
persona yang berlebihan akan tidak baik. adapun tujuan dari kita
menggunakan persona secara sementara tujuannya agar karakter yang khas
dari diri kita itu bisa keluar dan ini bisa dilakukan oleh semua insan
yang ingin belajar.
dengan kata lain eksistensi yang dibangun secara ideal yakni dengan cara
pembangunan karakter yang bisa jadi membutuhkan persona yang tepat agar
diri ini mendapar kepercayaan dari lingkungan sehingga sedikit demi
sedikit karaktermu akan keluar dan akan mewarnai kehidupan dengan lebih
berwarna. trimsss
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

0 Komentar:
Post a Comment