Berikut 5 hal aneh yang diyakini dapat membuat otak manusia menjadi lebih pintar, seperti dilansir Listverse dan Health.detik:
1. Kidal
Beberapa
penelitian telah menunjukkan bahwa kidal (dominan tangan kiri) terkait
dengan kecerdasan. Orang kidal cenderung memiliki skor lebih tinggi
pada tes IQ, dan juga dapat menyelesaikan tes IQ lebih cepat
dibandingkan orang dengan dominan tangan kanan.
2. Urutan lahir
Banyak
penelitian telah menemukan hubungan antara IQ dan urutan kelahiran
dalam keluarga. Anak sulung umumnya ditemukan lebih cerdas dibandingkan
saudaranya. Tidak diketahui jelas apa yang menyebabkan hal ini, apakah
kondisi pra-kelahiran ibu atau karena efek sosial pasca melahirkan.
3. Rambut tubuh
Studi
pada pria yang dilakukan oleh Dr Aikarakudy Alias menemukan hubungan
antara rambut tubuh dengan kecerdasan. Bukan melihat dari tes IQ, tetapi
Dr Aikarakudy melihat hubungan antara rambut tubuh dengan tingkat
pendidikan.
Bertentangan dengan kepercayaan populer, ia menemukan bahwa pria dengan tingkat pendidikan tinggi memiliki lebih banyak rambut tubuh dibandingkan dengan pria pekerjaan kasar. Dia juga menemukan bahwa siswa yang unggul di kelas lebih 'berambut' dibandingkan siswa yang lain. Tapi belum jelas korelasi antara kedua hal tersebut.
Bertentangan dengan kepercayaan populer, ia menemukan bahwa pria dengan tingkat pendidikan tinggi memiliki lebih banyak rambut tubuh dibandingkan dengan pria pekerjaan kasar. Dia juga menemukan bahwa siswa yang unggul di kelas lebih 'berambut' dibandingkan siswa yang lain. Tapi belum jelas korelasi antara kedua hal tersebut.
4. Eksentrisitas
Orang
eksentris biasanya terlihat sebagai orang yang berperilaku aneh dan
keluar dari norma-norma sosial. Tak jarang eksentris dihubungkan dengan
kegilaan. Namun beberapa bukti (kebanyakan anekdot) menunjukkan bahwa
orang dengan intelektual dan kreativitas tinggi rentan terhadap
eksentrisitas. Eksentrisitas juga umum di kalangan akademisi.
5. Gangguan bipolar
Sebuah penelitian di Swedia membandingkan hubungan antara kinerja siswa dan kesehatan mentalnya di kemudian hari. Ditemukan bahwa di antara para siswa dalam kelompok berkinerja tertinggi, gangguan bipolar menjadi empat kali lebih mungkin berkembang di kemudian hari.





0 Komentar:
Post a Comment